Dalam rangka menyambut akan datangnya Bulan Suci Ramadhan 1430 Hijriyah, DKM Al-Muhajirin menyelenggarakan acara Tarhib Ramadhan pada hari Ahad Malam Senin tanggal 25 Sya’ban 1430 H / 16 Agustus 2009 M Pukul 19.30 WIB (Ba’da Shalat Isya) s.d Selesai.
Acara diisi dengan ceramah umum oleh Bpk. Ustadz Aang Muslihat, Spd.
Acara ini berlangsung cukup khidmat. Setelah mendengarkan ceramah pembekalan untuk memasuki bulan suci Ramadhan, selanjutnya para jama’ah saling bersalaman bermaaf-maafan.
Dalam rangka menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1430 H, DKM Al-Muhajirin dengan dimotori oleh Seksi Pendidikan dan Dakwah menyelenggarakan kegiatan Pawai Ramadhan pada tanggal hari Ahad sore (Ba’da shalat Ashar) tanggal 16 Agustus 2009.
Pawai Ramadhan berlangsung cukup meriah. Dengan melibatkan seluruh santi TPQ Al-Muhajirin, didampingi para orang tua santri, Pengurus DKM Al-Muhajirin, Majelis Taklim Ibu-ibu, guru-guru TPQ Al-Muhajirin, dan para simpatisan masyarakat sekitar, rombongan pawai berjalan menyusuri sepanjang Jalan Raya Puri Cendana menggunakan kendaraan mobil odong-odong.
Dengan penuh antusias, para peserta pawai menunjukan rasa suka cita menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1430 H, dengan membentangkan spanduk dan poster penuh slogan, mengajak masyarakat muslim di lingkungan sekitar yang dilalui untuk turut bergembira dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan, bulan yang di dalamnya penuh dengan rahmat dan maghfirah Allah SWT.
Kematian adalah sesuatu yang pasti, tak ada seorangpun yang mampu menjadwalkannya. Semakin meningkat-nya jumlah warga RW.12 dari masa ke masa, maka pengadaan keranda jenazah adalah suatu kebutuhan yang sangat mendesak.
Atas pemikiran itulah DKM Al-Muhajirin berusaha keras untuk mewujudkan adanya program rukun kematian di Masjid Al-Muhajirin. Program yang telah dicanangkan sejak awal kepengurusan kami, hingga saat serah terima kepengurusan ini belum dapat kami realisasikan. Namun demikian, alhamdulillah target dasar memiliki keranda jenazah sendiri telah dapat kami raih.
Pengadaan keranda jenazah ini adalah berkat partisipasi dan sumbangsih para jamaah Masjid Al-Muhajirin. Yang jadi kendala saat ini adalah, di mana penempatan/penyimpanan keranda tersebut. Saat ini keranda masih di simpan di ruang Pos RT.03/12.
“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”. Setiap makhluk tumbuh dan hidup di habitatnya. Setiap jiwa membentuk suasana di mana dia ada.
Begitupun dengan seni. Seni adalah anugerah Ilahi. Tapi setiap makhluk berbeda dalam mengapresiasi. Contohnya seni musik Marawis, tak semua orang mengenalnya. Musik padang pasir bernuansa Islami ini biasanya dimainkan para santri. Iramanya mengalun membawa pesan kedamaian.
Seperti tampak anak-anak santri Masjid Al-Muhajirin Puri Cendana ini memainkannya. Mereka sangat menikmati.
Walau berat dirasa untuk menjadi bisa, tapi itulah seni. Apapun terasa ringan di tangan, beratnya latihan lenyap disapu kepuasan batin. Membuktikan bahwa diri ini bisa melakukannya. Itupun sudah bagian dari kepuasan tersendiri.
Grup Marawis Al-Muhajirin telah beberapa kali tampil dalam perayaan. Diantara penampilan yang membawa kesan adalah ; menyambut kehadiran sang pengantin dalam acara pernikahan, memeriahkan acara hari-hari besar Islam, tampil dalam acara sunatan kawan, dan banyak lagi.
Lagu Marawis dikenal tidak mudah. Alunannya yang berbeda, dengan bahasa yang tak biasa pula, membuat tidak semua orang dapat membawakannya. Syarat minimal menyanyikan lagu-lagu marawis adalah fasih berbahasa arab. Karena sebagian besar lagu-lagu marawis itu berbahasa arab. kecuali lagu-lagu hasil gubahan kreatif dari seniman-seniman Indonesia.
Namun kesulitannya bukan untuk dihindari. Mudah-mudahan dengan menyanyikan-nya dapat mendorong seseorang untuk berkeinginan belajar bahasa Arab.
Mungkinkah mendengarkan lagu-lagu Marawis bisa mendorong seseorang ingin bisa bahasa Arab ?
Mungkin saja, bahkan sangat mungkin. Bukankah setiap orang cenderung kepada kesenangannya? Bukankah seni mampu memikat setiap diri pemurung menjadi ceria? Bukankah seni bisa mendorong seseorang berbuat tanpa pamrih?
Itulah seni. Tak ada yang tak bisa. Yang ada adalah karena tak biasa. Jangan berhenti berlatih, Nak !! Kapan tampil lagi nich ? Ditunggu yachh…..
Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Iedul Adha 1429 H, Dewan Kemakmuran Masjid Al-Muhajirin, telah membentuk Kepanitiaan pada hari Sabtu malam Minggu tanggal 15 Nopember 2008, dengan ketua panitia terpilih adalah Bpk. Ardin Rizal Fachrudi.
Dalam musyawarah kali ini, disepakati bahwa Posisi Ketua Panitia untuk tahun-tahun ke depan akan digilirkan kepada perwakilan masing-masing RT, sbb : Tahun 1429 H (RT.01), Tahun 1430 H (RT.02), Tahun 1431 H (RT.03), Tahun 1432 H (RT.04), Tahun 1433 H (RT.05).
Adapun pelaksanaan Iedul Qurban 1429 H, dapat kami laporkan sebagai berikut :
PENERIMAAN :
Penerimaan Hewan Qurban sebanyak 37 Ekor, yang terdiri dari : Kambing = 34 Ekor dan Sapi (Kolektif) = 3 Ekor.
Penerimaan Infaq Pengurusan Qurban sebesar Rp. 2.250.000,-, terdiri dari : Infaq Pequrban Kambing sebesar Rp 1,360,000,- (34 Orang x @ Rp. 40.000,-) dan Infaq Pequrban Sapi sebesar Rp. 840.000,- (21 Orang x @ Rp. 40.000,-).
PENYALURAN :
Penyaluran daging kurban dibagi menjadi 451 bungkus telah disampaikan kepada :
Warga Kampung Kebon RT.06 & 07 sebanyak 214 Bungkus
Warga Perumahan Puri Cendana sebanyak 107 bungkus yang terdiri dari : RT. 001/12 = 6 Bungkus, RT. 002/12 = 14 Bungkus, RT. 003/12 = 17 Bungkus, RT. 004/12 = 18 Bungkus, dan RT. 005/12 = 52 Bungkus.
Hansip Puri Cendana Blok E =4 Bungkus.
Petugas Kebersihan Puri Cendana Blok E = 6 Bungkus
Tukang Becak Puri Cendana = 1 Bungkus
Pemulung = 4 Bungkus.
Yayasan RUHAMA Bekasi = 20 Bungkus.
Penerima daging lainnya (tidak tercatat) = 21 Bungkus.
Panitia Pemotongan Hewan sebanyak 74 bungkus, terdiri dari : Warga RT. 001/1 = 13 Bungkus, Warga RT. 002/12 = 11 Bungkus, Warga RT. 003/12 = 21 Bungkus, Warga RT. 004/12 = 14 Bungkus, Warga RT. 005/12 = 8 Bungkus, Non Warga RW. 12 = 7 Bungkus.
Jumlah penyaluran tersebut tidak termasuk daging hak pequrban yang telah diambil oleh masing-masing pequrban (sebanyak 79 bungkus ditambah beberapa bagian tubuh hewan qurban lainnya). Jumlah penyaluran tersebut sudah termasuk di dalamnya daging bagian kepala, kaki dan dalaman hewan yang telah kami potong habis, dengan timbangan per bungkus seberat 7,0 Ons.
Kulit hewan telah kami jual seharga Rp. 715.000,- dengan rincian harga :- Kulit hewan kambing senilai Rp. 340.000,- (34 lembar x @ Rp.10.000) dan Kulit hewan sapi senilai Rp. 375.000,- (3 lembar x @ Rp.125.000). Hasil penjualan kulit selanjutnya kami salurkan kembali kepada para fakir miskin.
Penerimaan infaq para pequrban sebesar Rp. 2.250.000,-, telah digunakan untuk keperluan berupa : Pengurusan hewan selama menunggu pemotongan, pembelian sarana dan kelengkapan, serta kebutuhan panitia lainnya, yang selebihnya akan dimasukkan ke dalam Kas Operasional DKM Al-Muhajirin.
Panitia Iedul Adha Masjid Al-Muhajirin 1428H, mengucapkan “Terima Kasih yang sebesar-besarnya” atas segala kepercayaan dan kerjasama kaum muslimin dalam pelaksanaan pemotongan hewan qurban, dan berharap kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin, dan Saudara dapat kembali menjadi bagian dari para pequrban di tahun yang akan datang.
Semoga Allah SWT menerima qurban Saudara/i, dan mengampuni segala dosa-dosa kita, Amiin ya Robbal ‘Alamiin.